Banyak pemimpin bisnis saat ini masih terjebak dalam pertanyaan klasik: haruskah kita membangun solusi sendiri (build) atau membeli dari pihak ketiga (buy)? Pertanyaan ini tampaknya sederhana dan sering digunakan dalam presentasi strategi, tetapi menurut Cisco, cara berpikir ini sudah tidak relevan lagi dalam dunia teknologi yang berubah sangat cepat.
Artikel dari Cisco menjelaskan bahwa pertanyaan build vs buy terlalu sempit dan mengabaikan banyak cara lain yang dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan perusahaan secara efektif. Cisco menyarankan pendekatan yang lebih luas dan fleksibel untuk memanfaatkan semua pilihan yang tersedia dengan lebih optimal.
Mengapa ‘Build vs Buy’ Sudah Ketinggalan Zaman
Dalam dunia teknologi yang bergerak cepat, organisasi tidak lagi hanya memilih antara membangun sendiri atau membeli perangkat lunak jadi. Ini karena:
Pilihan itu Sering Mengandung Bias
Tim internal sering menganggap mereka bisa membangun solusi dengan cepat — namun realitasnya sering berbeda. Sementara itu, produk yang dibeli di pasar mewakili pengetahuan dan pengalaman tim lain yang telah menghadapi berbagai tantangan nyata.
Pertumbuhan Pasar Lebih Cepat Daripada Build Internal
Perusahaan seringkali meremehkan seberapa cepat pasar bergerak. Solusi internal yang selesai terlalu lambat bisa jadi tidak relevan saat diluncurkan.
Pendekatan yang Lebih Holistik: Lebih dari Sekadar Build & Buy
Cisco menyarankan bahwa perusahaan perlu mengembangkan sistem growth levers atau tuas pertumbuhan yang lebih luas. Alih‑alih memilih dua opsi, perusahaan perlu mempertimbangkan lima pendekatan yang berbeda — masing‑masing dengan peranan dan waktu yang tepat:
1. Build – Membangun Sendiri
Inovasi internal tetap menjadi fondasi bagi banyak perusahaan, termasuk Cisco sendiri. Namun, yang perlu dipertanyakan bukan “bisa kita membangunnya?” tetapi “bisakah kita membangunnya dan menyampaikannya **cepat cukup waktu untuk menang?”
2. Buy – Akuisisi Teknologi atau Produk
Saat keputusan telah dibuat bahwa sebuah kapabilitas penting bagi strategi, membeli atau mengakuisisi perusahaan lain bisa mempercepat waktu ke pasar. Akuisisi membantu mendapatkan pengalaman, basis pelanggan, dan solusi yang sudah teruji.
Namun keberhasilan setelah akuisisi tidak otomatis. Integrasi yang buruk atau ketidaksesuaian strategi bisa membuat kesepakatan gagal, sehingga penting memiliki rencana integrasi yang jelas sebelum akuisisi terjadi.
3. Partner – Kolaborasi Strategis
Kolaborasi dengan mitra eksternal bisa memperluas jangkauan dan kapabilitas tanpa harus memikul seluruh beban sendiri. Dengan budaya kemitraan yang kuat, kedua pihak bisa saling memaksimalkan kekuatan masing‑masing dan berbagi risiko.
4. Invest – Modal Ventura atau Dukungan Ekosistem
Investasi pada startup atau teknologi yang sedang berkembang memungkinkan perusahaan mendapatkan wawasan awal terhadap tren pasar. Alih‑alih hanya menjadi pengamat, yang terbaik adalah terlibat secara aktif — mengembangkan solusi bersama dan mendapatkan pemahaman langsung terhadap teknologi baru.
5. Incubate – Inkubasi Teknologi Baru
Inkubasi membantu menguji teknologi atau solusi yang belum matang untuk masuk ke inti bisnis. Dengan fokus pada riset dan eksperimen, perusahaan dapat menemukan produk baru yang berpotensi besar tanpa mengganggu operasi inti.
Sinergi Antara Semua Tuas Pertumbuhan
Cisco menekankan bahwa tidak ada satu pendekatan yang bekerja sendirian. Organisasi yang paling sukses adalah mereka yang dapat memadukan berbagai tuas pertumbuhan tersebut sesuai kebutuhan pasar, kondisi teknologi, dan tujuan strategis.
Mereka yang berhasil melakukan ini memiliki beberapa karakteristik:
-
Memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam
-
Realistis terhadap kemampuan internal mereka
-
Memahami kapan harus mempercepat inovasi melalui akuisisi atau kemitraan
-
Memanfaatkan investasi untuk tetap dekat dengan tren pasar
-
Menggunakan inkubasi untuk mengeksplorasi teknologi baru tanpa risiko besar
Pertanyaan Strategis yang Lebih Tepat Dibanding Build vs Buy
Daripada mempertanyakan apakah harus membangun atau membeli, Cisco menyarankan tim teknologi dan strategi untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang lebih penting seperti:
-
Apakah tim benar‑benar memahami kebutuhan pelanggan dan solusi yang dibutuhkan?
-
Apakah tim bisa membangun solusi itu cepat dan tepat waktu?
-
Apakah kita perlu memiliki teknologi tersebut sendiri, atau boleh kemitraan?
-
Apa yang dapat dipelajari dari startup atau inovator di luar sana?
-
Apakah ada peluang untuk mengembangkan solusi melalui investasi atau inkubasi?
Kesimpulan: Strategi Lebih dari Sekadar Build atau Buy
Debat klasik build vs buy sudah tidak lagi relevan dalam dunia bisnis yang bergerak cepat seperti sekarang. Perusahaan yang paling tangguh adalah mereka yang mampu berpikir secara holistik dalam merancang strategi pertumbuhan mereka.
Dengan memperluas pilihan dan menyadari bahwa inovasi bisa datang dari berbagai arah — entah lewat pengembangan internal, akuisisi, kemitraan, investasi, atau inkubasi — organisasi dapat mempercepat waktu ke pasar, mengurangi risiko, dan lebih siap menghadapi gangguan teknologi di masa depan.
👉 Kesimpulannya:
Setiap pendekatan (build, buy, partner, invest, incubate) memiliki perannya sendiri — dan strategi terbaik adalah mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan masing‑masing secara tepat, bukan hanya memilih salah satu saja.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Cisco Indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi cisco.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut !
