Kembali ke Dasar di Data Center Dua tahun yang lalu, tim yang mengembangkan Cisco Nexus Hyperfabric mendapat kesempatan untuk merancang ulang infrastruktur solusi data center dari dasar—menyesuaikan dengan kebutuhan yang akan datang. Proyek ini dibangun dengan cepat setelah mendapat lampu hijau. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, banyak pelanggan, mitra, dan para ahli yang dilibatkan untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam. Mereka memberikan masukan yang sangat berharga, dan tim pengembang Cisco Nexus Hyperfabric sangat berterima kasih atas waktu dan bimbingan yang diberikan selama sesi-sesi diskusi mendalam. Satu hal yang menonjol dari masukan yang diterima adalah bahwa diskusi pertama kali dengan para penasihat lebih menekankan pada hal-hal dasar. Pada pertemuan pertama itu, topik utama yang dibahas adalah masalah kabel dan penataan rak (rack & stack). Setelah itu, perbincangan berkembang ke dalam kerumitan jaringan dan berbagai protokol yang membuat sebuah fabric bekerja. Ada juga pernyataan menarik yang disampaikan oleh seorang penasihat: “CLI yang saya pelajari 25 tahun yang lalu masih saya gunakan setiap hari—kenapa?” Dari masukan yang diterima tersebut, jelas bahwa hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyederhanakan segala sesuatunya, dan prinsip ini kemudian diterapkan dalam pembuatan Cisco Nexus Hyperfabric. Beberapa prinsip utama yang menjadi pedoman dalam pengembangan teknologi ini adalah: Sederhanakan Berikan hasil yang dapat diandalkan Mengelola proses dari desain hingga hari kedua (day 2) Data center haruslah gesit, bukan monolitik Membangun Solusi Jaringan yang Dikelola Cloud Setelah mendengarkan berbagai masukan, tim akhirnya merancang Cisco Nexus Hyperfabric dengan tujuan utama mempermudah proses pembuatan fabric data center. Inti dari Cisco Nexus Hyperfabric adalah solusi “fabric as a service” yang diterapkan melalui otomatisasi dan manajemen cloud. Dengan menggunakan cloud controller, pengguna dapat merancang, mengimplementasikan, dan mengelola berbagai fabric yang tersebar di berbagai tempat, termasuk pusat data utama, fasilitas kolokasi, dan situs edge data center yang terdistribusi. Solusi stack vertikal ini sudah mencakup semua kebutuhan, mulai dari perangkat keras yang dirancang khusus, perangkat lunak, manajemen cloud, otomatisasi day-2, hingga dukungan dari Cisco. Cisco Nexus Hyperfabric ideal untuk data center utama dengan hingga 1000 server, dan juga sangat cocok untuk data center terdistribusi atau edge data center dengan 10 hingga 100 server. Solusi ini sangat cocok untuk berbagai sektor seperti manufaktur, energi, rumah sakit, dan pusat transportasi. Semua Manfaat, Tanpa Kerumitan Berdasarkan masukan dari mitra dan pelanggan, tim pengembang tahu bahwa siklus hidup data center harus ditangani dengan hati-hati dan menyeluruh. Cisco Nexus Hyperfabric membawa perubahan besar pada siklus operasional IT di data center dengan menyederhanakan setiap langkah dalam prosesnya. Dengan solusi ini, pengguna akan mendapatkan hasil yang konsisten dan dapat diprediksi, terlepas dari siapa yang mengoperasikannya, apakah itu tim IT-generalist, aplikasi, atau DevOps. Dari pembangunan hingga pengiriman, implementasi, dan pengelolaan, siklus hidup Hyperfabric telah dirancang dengan cara yang unik dan menyederhanakan seluruh proses secara menyeluruh. Bayangkan, dengan Cisco Nexus Hyperfabric, pengguna dapat merancang fabric data center tanpa mengeluarkan biaya di muka. Siapa saja yang memiliki akun Cisco Connection Online (CCO) dapat mulai merancang tanpa biaya awal. Ini seperti memiliki sandbox virtual di mana pengguna dapat bereksperimen dengan berbagai konfigurasi sebelum akhirnya melakukan pembelian. Desain yang dibuat bukan sekadar sketsa, namun blueprint yang sangat rinci, mencakup berbagai aspek seperti model dan kapasitas switch, kabel, arah aliran udara, layanan port host Layer 2 dan Layer 3, hingga koneksi routing upstream. Dan yang lebih penting lagi: tidak ada blueprint yang tidak didukung. Desain yang dibuat pasti akan didukung, sehingga pengguna selalu mendapatkan solusi yang layak dan siap diterapkan. Dengan Cisco Nexus Hyperfabric, mengelola fabric data center menjadi lebih mudah dan intuitif. Penyebaran Mesh Inovatif, Manajemen Tanpa Kesulitan Cisco Nexus Hyperfabric tidak hanya mendukung topologi spine-leaf tradisional, tetapi juga menawarkan pilihan unik: penyebaran mesh yang ideal untuk klaster komputasi terdistribusi dan remote. Dengan hanya dua switch, pengguna dapat membangun fabric mesh dengan 120 port host-facing, yang menawarkan fleksibilitas dan efisiensi lebih dibandingkan solusi lainnya. Keunggulan lainnya adalah pengguna tidak perlu khawatir tentang jaringan internal fabric. Semua rincian teknis terkait underlay seperti VXLAN, EVPN, BGP, VTEP, dan pengalamatan IPv4/6 tersembunyi dari pandangan, sehingga pengguna bisa fokus pada apa yang benar-benar penting. Teknologi ini berfungsi secara otomatis, sehingga pengguna bisa berkata: “Itu bekerja dengan sendirinya.” Cisco Nexus Hyperfabric juga tidak memerlukan penggunaan antarmuka baris perintah (CLI) atau file konfigurasi. Semua pengelolaan dilakukan melalui cloud, baik menggunakan browser atau lebih praktis lagi, melalui API. Pendekatan modern ini sangat menyederhanakan operasi dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Pemantauan dan Pembaruan yang Mudah Untuk operasional sehari-hari, Cisco Nexus Hyperfabric secara otomatis mengumpulkan semua informasi telemetri yang dibutuhkan. Sistem ini menggunakan model baru yang disebut assertions untuk mendeteksi masalah ketika penerapan yang dilakukan tidak sesuai dengan blueprint yang telah dibuat. Ini memastikan semuanya berjalan dengan lancar, seolah-olah ada pengawas yang selalu mengawasi kondisi sistem. Pembaruan fabric juga sangat mudah. Pengguna hanya perlu memilih waktu, memilih switch yang akan diperbarui, dan biarkan sistem menangani sisanya. Jika ada perubahan pada ukuran fabric, cukup sesuaikan blueprint yang ada. Semua kompleksitas dalam perombakan underlay dikelola secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu khawatir lagi. Tabel: Fitur Utama Cisco Nexus Hyperfabric Fitur Deskripsi Fabric as a Service Cisco Nexus Hyperfabric menawarkan solusi fabric yang dikelola melalui cloud dan otomatisasi. Desain dan Implementasi Tanpa Biaya Awal Pengguna dapat merancang fabric tanpa mengeluarkan biaya di muka melalui akun Cisco Connection Online (CCO). Penyebaran Mesh Inovatif Menyediakan opsi penyebaran mesh untuk klaster komputasi yang terdistribusi, hanya membutuhkan dua switch. Manajemen Cloud Sederhana Manajemen fabric dilakukan melalui cloud, tanpa perlu konfigurasi rumit atau CLI. Pemantauan dan Pembaruan Otomatis Sistem memantau dan mengumpulkan data secara otomatis, serta memudahkan pembaruan fabric dengan otomatisasi. Cisco Nexus Hyperfabric menghadirkan kemudahan dan keandalan dalam mengelola jaringan data center tanpa kerumitan. Teknologi ini menyederhanakan proses desain, implementasi, dan pemeliharaan jaringan, memungkinkan tim IT untuk fokus pada tugas yang lebih penting tanpa terbebani oleh kompleksitas teknis.
Tag: Nexus
Nexus Meningkatkan Load Balancing dan Membawa UEC Lebih Dekat ke Adopsi
Di berbagai industri, kecerdasan buatan (AI) mengoptimalkan alur kerja, meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi—dan memicu investasi pada akselerator, prosesor pembelajaran mendalam, serta neural processing unit (NPU). Beberapa organisasi memulai dari skala kecil menggunakan retrieval-augmented generation (RAG) untuk tugas inferensi sebelum memperluas ke lebih banyak pengguna. Perusahaan yang menangani volume besar data pribadi mungkin lebih memilih mengatur klaster pelatihan mereka sendiri untuk mendapatkan akurasi dari model khusus yang dibangun dengan data tertentu. Baik Anda berinvestasi dalam klaster AI kecil dengan ratusan akselerator atau pengaturan besar dengan ribuan, Anda memerlukan jaringan skala-out untuk menghubungkan semuanya. Kuncinya? Merencanakan dan merancang jaringan tersebut dengan benar. Jaringan yang dirancang dengan baik memastikan akselerator Anda mencapai kinerja puncak, menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, dan menjaga latensi ekor seminimal mungkin. Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, jaringan harus mencegah kemacetan atau, paling tidak, mendeteksinya sejak dini. Jaringan juga harus menangani lalu lintas dengan lancar, bahkan selama skenario in-cast—dengan kata lain, mampu menangani kemacetan dengan cepat setelah terjadi. Di sinilah Data Center Quantized Congestion Notification (DCQCN) berperan. Konsep DCQCN bekerja optimal ketika explicit congestion notification (ECN) dan priority flow control (PFC) digunakan bersamaan. ECN bereaksi lebih awal pada setiap aliran, sementara PFC berfungsi sebagai langkah mitigasi untuk mengendalikan kemacetan dan mencegah kehilangan paket. Blueprint Jaringan Data Center untuk Aplikasi AI/ML kami menjelaskan konsep-konsep ini secara rinci. Selain itu, kami telah memperkenalkan template fabric Nexus Dashboard AI untuk memfasilitasi penerapan sesuai blueprint dan praktik terbaik. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana Cisco Nexus 9000 Series Switches menggunakan pendekatan dynamic load balancing (DLB) untuk mengatasi kemacetan. Pendekatan Tradisional dan Dinamis dalam Load Balancing Load Balancing Tradisional: Menggunakan strategi equal-cost multipath (ECMP), di mana sekali sebuah aliran memilih jalur, jalur tersebut biasanya digunakan sepanjang durasi aliran tersebut. Ketika beberapa aliran tetap pada jalur yang sama, hal ini dapat menyebabkan beberapa jalur terlalu banyak digunakan sementara lainnya kurang dimanfaatkan, menciptakan kemacetan pada jalur yang terlalu banyak digunakan. Dynamic Load Balancing (DLB): Dapat menyesuaikan jalur aliran secara dinamis berdasarkan perubahan dalam jaringan. Dengan memantau kondisi jaringan secara real-time, DLB dapat menghindari kemacetan dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Fitur Dynamic Load Balancing pada Nexus 9000 Fitur DLB Deskripsi DLB Flowlet Mode Mengalihkan “flowlet” ke jalur yang kurang padat, memungkinkan distribusi lalu lintas yang lebih efisien. DLB Static Pinning Mode Mengizinkan konfigurasi manual antara port input dan output, memberikan kontrol lebih besar atas distribusi lalu lintas. DLB Per-Packet Mode Menyebarkan paket di berbagai jalur untuk memaksimalkan pemanfaatan jalur, meskipun dapat menyebabkan urutan paket yang tiba terganggu di host tujuan. Meningkatkan Kinerja: Standar Masa Depan dan Ultra Ethernet Ultra Ethernet Transport (UET): Transport connectionless yang lebih skalabel, fleksibel, dan hemat biaya. Menggunakan kontrol kemacetan bawaan untuk mendistribusikan lalu lintas secara merata. Memungkinkan pengukuran delay round-trip time (RTT) dan opsi seperti packet trimming untuk deteksi kemacetan dini. Dukungan UEC: Nexus 9000 Series Switches telah mendukung fitur wajib UET, dengan tambahan fitur opsional seperti packet trimming untuk produk berbasis Cisco Silicon One. Pendekatan Load Balancing Kelebihan Kekurangan Equal-Cost Multipath (ECMP) Sederhana, mudah diimplementasikan. Tidak fleksibel, dapat menyebabkan kemacetan pada jalur tertentu. Dynamic Load Balancing (DLB) Responsif terhadap perubahan kondisi jaringan, distribusi lalu lintas lebih efisien, latensi lebih rendah. Memerlukan jaringan dengan kemampuan monitoring real-time, dapat menjadi kompleks untuk implementasi besar. UET Protocol Mendukung transport connectionless, latensi rendah, skalabilitas tinggi, dan efisiensi biaya. Membutuhkan perangkat endpoint (NIC) yang mendukung fitur UET untuk mendapatkan manfaat maksimal. Kesimpulan Cisco Nexus 9000 Series Switches siap untuk mendukung infrastruktur AI Anda dengan fitur dynamic load balancing dan kompatibilitas masa depan terhadap protokol Ultra Ethernet. Optimalkan jaringan Anda sekarang, dan bersiaplah untuk memanfaatkan potensi penuh Ultra Ethernet.